Tampilkan postingan dengan label SPSS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SPSS. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Juni 2020

Apakah Uji Autokorelasi Perlu Digunakan Pada Data Penelitian Kuesioner?

Apakah Uji Autokorelasi Perlu Digunakan Pada Data Penelitian Kuesioner?


Pada dasarnya pengujian autokorelasi tidak diperlukan pada data kuesioner karena bukan merupan data time series, akan tetapi sering sekali saat kita mengajukan sebuah penelitian pasti akan tetap diminta untuk menguji autokorelasi oleh dosen pembimbing skripsi. Oleh karena itu pengujian autokorelasi yang tepat dilakukan adalah sesuai teori Santoso (2019). Uji  autokorelasi  bertujuan untuk  mengetahui  ada  tidaknya korelasi  antara  variabel  pengganggu pada  periode  tertentu  dengan variabel  pengganggu  periode sebelumnya.  Cara  mudah  untuk mendeteksi  ada  tidaknya autokorelasi  dapat  dilakukan  dengan uji  Durbin-Watson. Menurut Santoso (2019:207), kriteria penentuan autokorelasi adalah sebagai berikut:
  1. Angka D-W dibawah -2 berarti ada autokorelasi positif
  2.  Angka D-W diantara -2 dan +2 berarti tidak ada autokorelasi
  3. Angka D-W diatas +2 berarti ada autokorelasi negatif
Berikut adalah contoh pengujian autokorelasi kuesioner

Model Summaryb

Model

R

R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

Durbin-Watson

1

.726a

.528

.517

2.115

1.461

a. Predictors: (Constant), Persepsi, Gaya Hidup, Motivasi, Produk

b. Dependent Variable: Buying Decision

Dari tabel hasil uji autokorelasi diatas diketahui persamaan yang diteliti. Hasil uji Durbin Watson didapat sebesar 1.461 berada diantara -2 sampai +2. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi autokorelasi pada model regresi yang digunakan dalam penelitian ini.

KETERANGAN AUTOKORELASI TIDAK DIGUNAKAN PADA DATA KUESIONER

Uji asumsi klasik dilakukan untuk memenuhi syarat analisis regresi linier, yaitu penaksir tidak bisa dan terbaik atau sering disingkat BLUE (Best Linier Unbias Estimate). Ada beberapa pengujian yang harus dijalankan terlebih dahulu untuk menguji apakah model yang dipergunakan tersebut mewakili atau mendekati kenyataan yang ada, diantaranya adalah uji normalitas, uji heteroskedastisitas, uji multikolinieritas, dan uji autokorelasi. Namun pada penelitian yang menggunakan data kuesioner uji autokorelasi tidak perlu dilakukan. Uji autokorelasi hanya dilakukan pada data time series (runtut waktu) dimana nilai pada masa sekarang dipengaruhi oleh nilai pada masa lalu, sehingga tidak perlu dilakukan pada data cross section seperti pada kuesioner karena pengukuran semua variabel dilakukan secara serempak pada saat yang bersamaan. Hal ini sesuai dengan pendapat Nawari (2010:222), Gani dan Amalia (2015:124), Sutopo dan Slamet (2017:102), Ahmaddien dan Syarkani (2019:29), Duli (2019:128), dan Vikaliana dan Irwansyah (2019:28).

Buku Sumber:

Singgih Santoso. 2019. Mahir Statistik Parametrik. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Dr. Eng. Yeri Sutopo, M.Pd. M.T., dan Prof. Dr. Achmad Slamet, M.Si. 2017. Statistik Inferensial. Yogyakarta: CV Andi Offset.

Irwan Gani dan Siti Amalia. 2015. Alat Analisis Data: Aplikasi Statistik untuk Penelituan Bidang Ekonomi dan Sosial. Yogyakarta: CV Andi Offset.

Nawari. 2010. Analisis Regresi Dengan Ms Excel 2007 dan SPSS 17. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Nikolaus Duli. 2019. Metodologi Penelitian Kuantitatif: Beberapa Konsep Dasar Untuk Penulisan Skripsi & Analisis Data Dengan SPSS. Yogyakarta: Deepublish.

Resista Vikaliana dan Irwansyah. 2019. Pengolahan Data Dengan SPSS. Banten: CV. AA. RIZKY.

Iskandar Ahmaddien dan Yofy Syarkani. 2019. Statistika Terapan dengan Sistem SPSS. Bandung:                ITB Press.

Baca Juga:

t Tabel dan r Tabel (df 1-280)

t Tabel dan r Tabel (df 1-280)


Menurut Sugiyono (2018 : 45) uji validitas digunakan sebagai alat ukur sah atau valid tidaknya kuisioner. Kuisioner dikatakan valid jika pernyataan dalam kuisioner mampu mengungkapkan sesuatu yang diukur oleh kuisioner tersebut. Pengujian valisitas dapat dilakukan dengan membandingkan nilai r hitung dengan r tabel untuk degree of freedom (df) = n-2 , dimana n merupakan sampel. Jika r hitung lebih besar dari r tabel dan bernilai positif makan pernyataan atau butir valid. Jika r hitung lebih kecil maka butir atau pernyataan dikatakan tidak valid. 

Menurut Ghozali (2018 : 98) uji statistik t pada dasarnya untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variabel dependen. Kriteria yang digunakan sebagai berikut:

  1. jika t hitung < t tabel. Artinya variabel bebas berpengaruh secara signifikan terhadap variabel terikat.
  2. jika t hitung > t tabel. Artinya variabel bebas tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel terikat.

Oleh karena itu, pada uji validitas dan uji t diperlukan tabel statistiknya, berikut adalah lampiran data statistik r tabel dan t tabel dengn df 1-280 serta penjelasan mana yang digunakan pada uji one tailed dan uji two tailed. Bisa di download disini
Sumber: 
Sugiyono. 2018. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta
Ghozali, Imam. 2018. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM. SPSS 25. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Baca Juga:

Selasa, 09 Januari 2018

Pengertian UJI ASUMSI KLASIK

Pengertian UJI ASUMSI KLASIK
Pengertian UJI ASUMSI KLASIK


  1. Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah masing-masing variabel berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas diperlukan karena untuk melakukan pengujian-pengujian variabel lainnya dengan mengansumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi normal. Untuk menguji suatu data berdistribusi normal atau tidak, dapat diketahui dengan menggunakan grafik normal plot. Dengan melihat histogram dari residualnya (Ghozali, 2013). 
  2. Uji heteroskedastisitas adalah untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain (Ghozali, 2013). Jika berbeda, maka model tersebut terjadi heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah model yang tidak terjadi heteroskedastisitas. Ada tidaknya heteroskedastisitas di dalam model regresi dapat dilakukan dengan melihat grafik scatterplot. Jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur, maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas. Sebaliknya, jika tidak ada pola yang jelas, maka tidak terjadi heteroskedastisitas.
  3. Uji multikolonieritas adalah untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antara variabel independen (Ghozali, 2013). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen. Untuk mendeteksi ada tidaknya multikolonieritas di dalam model dapat dilakukan melihat nilai tolerance dan variance inflation factor (VIF). Jika nilai tolerance ≤ 0.01 atau sama dengan nilai VIF ≥10, maka model regresi terdapat multikolonieritas.
  4. Uji autokorelasi adalah untuk menguji apakah dalam model regresi linear ada korelasi antara kesalahan penggangu pada periode t-1 (Ghozali, 2013). Model regresi yang baik adalah yang bebas dari autokorelasi. Pengujian ini menggunakan uji Durbin-Watson, jika nilai Du < dw < 4-Du maka dapat dikatakan data terbebas dari autokorelasi.

Senin, 13 November 2017

LANGKAH UJI REGRESI LINEAR SEDERHANA SPSS 23

LANGKAH UJI REGRESI LINEAR SEDERHANA SPSS 23

LANGKAH UJI REGRESI LINEAR SEDERHANA SPSS 23

Analisis regresi linier sederhana adalah hubungan secara linear antara satu variabel independen (X) dengan variabel dependen (Y). Berikut adalah langkah untuk melakukan penujian regresi sederhana menggunakan SPSS 23:
  • Pertama masukkan data excel ke dalam SPSS.
  • Pilih Analyze ---> Regression ---> Linear sehingga akan muncul tabel kolom seperti berikut:
  • Masukkan variabel Y di kolom Dependent dan variabel X di Independen. Lalu klik OK
  • Setelah Klik OK. Maka akan keluar Output SPSS sebagai berikut:
Dari Output diatas, diketahui bahwa variabel X tidak berpengaruh terhadap variabel Y. Hal itu dapat dilihat dari hasil Sig. sebesar 0,533 > 0,05.

LANGKAH UJI STATISTIK DESKRIPTIF SPSS 23

LANGKAH UJI STATISTIK DESKRIPTIF SPSS 23
LANGKAH UJI STATISTIK DESKRIPTIF SPSS

LANGKAH UJI STATISTIK DESKRIPTIF SPSS 23

Analisis statistik deskriptif memberikan gambaran atau deskripsi suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata (mean), standar deviasi, varian, maksimum, minimum, sum, range, kurtosis dan skewness (Ghozali, 2013). Analisis ini tidak untuk menguji hipotesis dan memberikan informasi mengenai data yang dimiliki. Analisis statistik deskriptif digunakan untuk menganalisis dan menyajikan data disertai dengan perhitungan agar dapat memperoleh keadaan dan karakteristik data yang bersangkutan. Nilai rata-rata data ditunjukkan dengan mean yang bersangkutan. Nilai terbesar ditunjukkan dengan maksimum, sedangkan minimum menunjukkan nilai terkecil. Langkah untuk menguji statistik deskriptif adalah sebagai berikut:
  • Masukkan data dari excel ke dalam SPSS
Data SPSS

  • Pilih Analyze ---> lalu pilih Descriptive Statistics ---> pilih Descriptive ---> masukkan semua variabel kedalam kolom Variabel(s) disebelah kanan.
    Deskriptif Statistik


  • Klik Options dan pilih opsi apa yang ingin di analisis (mean, min, max, dll) lalu klik Continue.
  • Setelah Continue maka akan di dapatkan hasil sebagai berikut.
Dari Hasil statistik tersebut diketahui nilai minimum, maximum, mean dan standar deviasi dari masing-masing variabel yang di teliti.